Ancaman Sepak Bola Jatim

10 May 2009 | 11:55 pm | dibaca 3,355 kali kali

Persema Malang vs Persis SoloAksi anarkis suporter Persebaya di jalan-jalan protokol kota Gresik usai pertandingan antara tuan rumah Gresik United v Persebaya Surabaya hari Rabu (6/5) lalu berbuntut panjang. Kapolda Jatim mengancam akan menghentikan semua pertandingan sepakbola di seluruh Jawa Timur. Kapolda tidak ingin kejadian serupa terulang dan menggannggu stabilitas menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli mendatang.

Kekalahan Persebaya Surabaya dari Gresik United (GU) berdampak ke luar lapangan. Bonek -sebutan suporter Persebaya- mengamuk di Gresik. Mereka memecahi kaca toko, konter seluler, apotek, rumah, dan dealer mobil. Isi sebagian toko, factory outlet, konter seluler, dan apotek yang kacanya pecah dijarah. (Jawapos, 7/5)

Kota-kota lain di Jawa Timur yang selama ini relatif aman dan lancar menggelar pertandingan sepak bola pun bisa ikut kena dampaknya bila Kapolda benar-benar membekukan seluruh ijin pertandingan di Jawa Timur akibat ulah salah satu kelompok suporter tersebut.

“Kita akan evaluasi, apakah pertandingan sepak bola bisa dilakukan di Jatim,” ujar Irjen Pol Drs. Anton Bachrul Alam, Jumat (8/5) seperti dilansir dari Malang Post.


Polisi dan pendukung Persebaya Surabaya saling melempar batu dan botol saat pertandingan Gresik United melawan Persebaya Surabaya di Stadion Petrokimia Gresik
(foto: Iwan Setiawan/Kompas)


Sisa-sisa kerusakan fasilitas umum di kota Gresik akibat tindakan anarkis suporter Persebaya (foto: Detik.com)

Tentang rencana Persebaya Surabaya mengajukan diri menjadi tuan rumah 8 besar Divisi Utama, Kapolda menambahkan, “Kita akan lihat dulu siapa musuhnya. Kita akan lihat siapa panitianya, siapa saja penontonnya, siapa pula yang bertanding. Jadi belum bisa kita putuskan. Masih kita evaluasi, apakah bisa atau tidak main di Surabaya,”

Larangan menggelar pertandingan sepak bola di Jatim tersebut masih akan dievaluasi aparat kepolisian terkait untung ruginya bila tetap memberi ijin pertandingan sepak bola di Jatim sebelum Piplres.


Persija Jakarta, kembali memilih Malang sebagai home base
(foto: Adi Kusumajaya/Ongisnade)

Selain Divisi Utama yang akan menggelar babak delapan besar, Liga Super Indonesia kini memasuki fase akhir kompetisi yang sangat menentukan bagi sejumlah klub Jawa Timur. Ada empat tim asal Jawa Timur yang berlaga di Liga Super, yaitu Arema Malang, Persik Kediri, Deltras Sidoarjo, dan Persela Lamongan.

Kondisi di Malang yang relatif kondusif dipercaya Persija Jakarta untuk menjadi home base mereka. Sudah dua kali Persija menggelar pertandingan home di Malang, yaitu saat menjamu PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen (29/4) dan Sriwijaya FC di Stadion Gajayana (10/5).

Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) pun tidak mempermasalahkan verifikasi Stadion Gajayana yang selama ini menjadi kandang Persema Malang di Divisi Utama. (mps/onn/and)

Komentar:

Radione sik loading ker...

Subscribe to Ongisnade

Recommend this on Google

Arematainment

DC United Kagum Aremania

Kiprah Aremania tampaknya akan semakin terkenal di penjuru dunia. Kalau sebelumnya tim asal Jerman, Eintracht Frankfurt memuji, kali ini DC
Baca selengkapnya

Ongisnadestore.com
Ongisnade.co.id




kritik dan saran